Tuesday, January 29, 2013

TULI


TULI


    Sudah gelas ketiga, ketika laki laki beraroma buaya itu menyeruak di pandanganku . Seketika itu , retinaku serasa pecah . Lihat , mataku saja enggan menerima sosoknya .
Kemudian ia menyentuh tanganku . Aku tersentak . Rasanya seperti terbakar . Kulitku menolak sentuhannya . Nyata sekali .

Kudengar ia mulai bersuara , Ah .. Telingaku terasa bising sekali. Aku menutup telinga.
Lihat , semua hal yang pernah pasrah dijamahnya , kini mendadak enggan .
"Aku minta maaf," katanya . Ah , bising sekali di telingaku .
"Bullshit," sergah bibirku .
"Dengarkan aku ," ia bersikeras . Aku makin pusing , telingaku mulai mengatup .
"Kau pilih aku atau dia ?" tanya bibirku .
Lama sekali hening . Hening yang kami ciptakan sendiri . Di tengah hingar bingar dunia malam yang gombal .
Detik . Menit . Jam .
"Dia ,"
Telingaku mengatup rapat. Aku sudah tak bisa mendengar lagi. Hening . 



ABADI


ABADI
Kamar kos, 27 januari 2013.

Bukan bersamamu, yang ku mau
Tidak juga dia
Aku hanya ingin
Abadi dalam sendiri
Dingin..
Sepi..


PENING


PENING
Bus Jember Indah, 11 Oktober 2011 

Seperti sinting
Ku ketuk kening
Seperti terasing
Namun terasa bising
Sial, bau pesing !
Ah, pening !




Wednesday, January 2, 2013

Aku Hanya Mampu Diam

Aku Hanya Mampu Diam

Kamis, 3 Januari 2013



Aku bukan wanita yang mudah berkata "aku cemburu"
Bukan juga wanita yang mampu berkata, "jangan adalagi tentang dia dan kamu,"
Aku hanya mampu berharap, kamu mengerti, dalam beribu diam yang kuciptakan
diantara keadaan yang tak ingin ku tau.
Antara dia dan kamu.